Minggu, 03 Agustus 2014

APAKAH KORUPSI DI INDONESIA INI MERUPAKAN BUDAYA???

APAKAH KORUPSI  DI INDONESIA  INI MERUPAKAN BUDAYA???
images
Katanya  .......Indonesia, negeri yang katanya makmur sentosa namun pada kenyataannya kemiskinan merajalela, bahkan hanya untuk mencari sesuap nasi banyak yang mengadu nasib dengan mempertaruhkan nyawa dan harga diri ke negeri seberang yang kekayaan alamnya masih jauh dari negara kita. Pembangunan yang tidak menyeluruh dan merata salah satunya disebabkan oleh korupsi. Dan hingga kini Indonesia masih belum bisa lepas dari jerat korupsi.
“Apakah  korupsi di Indonesia merupakan budaya?”
Kenapa ya? *mikir keras*
1. Karena tidak ada kepastian hukum ( FAKULTAS HUKUM HARUS DIREFORMASI???)  bagi pelaku korupsi, apa lagi hukum kita bisa dibeli. Apa tidak nyaman menjadi koruptor. Sekarang coba Anda lihat, kabarnya Gayus itu masih ada di penjara mewah atau malah sekarang dia lagi happy happy ..........semuanya bagai air mengalir saja
2. Karena hingga kini belum ada Satu pun vonis kepada terpidana korupsi yang menimbulkan efek jera .
Maraknya korupsi yang terjadi di Indonesia bukan lagi membudaya, tapi sudah menjadi suatu seni berkorupsi. Seni korupsi? What? ............Mengapa dikatakan Negara Muslim hampir 85% kok budaya korupsi tumbuh sumbur disini
Korupsi di Indonesia susah banget diberantas karena sudah mendarah daging. Korupsi di Indonesia sudah ‘membudaya’ sejak dulu, sebelum dan sesudah kemerdekaan, di era Orde Lama, Orde Baru, berlanjut hingga era Reformasi.
Lalu apa yang membuat negara ini demikian?
Banyak faktor yang membuat seperti ini,salah satunya adalah pola pembelajaran yang kurang tepat di saat masih sekolah,biaya yang mahal dan penghasilan yang minim dari para orang tua membuat anak menginginkan perubahan hidup yang lebih layak,banyak uang ,hidup enak bagaimanapun caranya.
 Bahkan GURU saja sebagai panutan juga ada yang korupsi terus bagaimana ini jadinya
Contoh korupsi disekitar kita, yaitu:
Contoh simpel tapi nyata dan ada dimana-mana yaitu mencontek. Mencontek merupakan hal yang wajar dilakukan oleh para siswa juga mahasiswa, karena sudah menjadi kewajaran maka itu sudah membudaya. Maka dari itu penanaman mental anti korupsi juga harus dibudidayakan.
Korupsi juga bisa dilakukan terhadap sesuatu yang tidak berwujud (nonmateri), seperti waktu. Seorang guru bisa disebut korupsi waktu, kalo misalnya tidak bekerja sesuai waktu yang telah ditetapkan. Atau ia sering menghilang dari kantor di saat jam kerja, untuk keperluan pribadi......ayo para Guru ikut koreksi diri

Semoga Korupsi mulai jadi prioritas utama dalam penangannya bukan semata-mata tuga ICW ataupun KPK, tetapi rakyat yang berjumlah 241 juta jiwa wajib untuk ikut memerangi hal ini

Senin, 28 Juli 2014

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H





Ya Allah…… Perkayalah Saudaraku ini dengan keilmuan Hiasi hatinya dengan kesabaran Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan Perindalah fisiknya dengan kesehatan Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam Marhaban Ya Ramadhan,,,,,,,,
Mungkin hari-hari yang lewat telah menyisakan sebersit kenangan yang tak terlupa…..,ada salah, ada khilaf, ada dosa yang mengikuti perjalanan hari – hari itu. agar tak ada sesal, tak ada dendam, tak ada penyesalan …. mari kita sama-sama sucikan hati,diri,dan jiwa kita. Marhaban Yaa Ramadhan
Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin Puasa mengambil jarak dengan dunia agar manusia tidak jadi budaknya karena dunia adalah permainan bermegah-megah dengan bangunan berbangga-bangga dengan kekayaan semua itu dapat melalaikan. Padahal manusia hanyalah pengembara saat mati hartanya tak akan dibawa hanya amal-saleh yang ikut serta Yang ada disisi manusia akan sirna Yang ada di sisi Allah abadi selamanya. Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini Kemenangan akan kita gapai Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT Kami sekeluarga menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Persahabatan tak harus rusak karena hutang Bila tak lupa untuk mengembalikan Persahabatan kita semoga semakin matang setelah lebaran kita saling memaafkan.
Benarkah uang pinjaman pangkal retaknya persahabatan? Tidak benar bila ada kesediaan untuk mengembalikan! Sahabat selamat Hari Lebaran Mohon maafkan segala kesalahan

Satukan tangan,satukan hati Itulah indahnya silaturahmi Di Hari kemenangan Kita padukan Keikhlasan untuk saling memaafkan Mohon Maaf Lahir Batin

Selasa, 21 Januari 2014

PROGRAM TRAINING FOR SEDEKAH UNTUK INDONESIA

PROGRAM TRAINING FOR SEDEKAH UNTUK INDONESIA

PROGRAM TRAINING INI POLA SEDEKAH KAMI AKAN BERMITRA DI SELURUH INDONESIA dari hasil TRAINING ini akan disedekahkan 70% untuk kepentingan PENDIDIKAN, RUMAH TAZFID, MASJID, PONDOK PESANTREN, SAUDARA KITA YANG TERBELIT HUTANG,YATIM PIATU, DUAFA, RUMAH SAKIT, PEJUANG UNTUK NEGERI, PEMIMPIN SHOLEH dll...KAMI MOHON ANDA UNTUK MENYEBARKAN PEMIKIRAN INI SEBAGAI BENTUK PEDULI DAN ANDA JUGA TERMASUK BERESEDEKAH SILAHKAN SMS/TELPON KE HOTLINE : 08773974 9300 ( Ir. WAHYU BASUKI, MT. TRAINER TRAINING FOR SEDEKAH )
 SEANDAINYA PROGRAM TRAINING FOR SEDEKAH... dan jika PEMIKIRAN ini bisa diikuti oleh TRAINER, MOTIVATOR, TOKOH, PROFESOR seluruh Indonesia..maka seandainya diseluruh kota Propinsi Di Indonesia diselenggarakan di 34 kota Propinsi sehari peserta 5000 x 34 x biaya Training 50.000 = Rp. 10 750.000.000,- jika 70% disedekahkan berjumlah Rp. 7.525.000.000,- dalam sehari serentak diselenggarakan di 34 Propinsi .......kalau kita hitung selama 12 bulan ...berjumlah Rp. 2. 709.000.000.000,- LUAR BIASA insyaallah akan membantu program PEMERINTAH...khususnya kaum DUAFA akan bisa mulai BERSINAR UNTUK MERDEKA dari kemiskinan....insyaallah berhasil amin

Senin, 12 Agustus 2013

PROGRAM PENDANAAN DANA HIBAH PONDOK PESANTREN-PENDIDIKAN-MASJID YAYASAN ISLAM

PROGRAM PENDANAAN DANA HIBAH PONDOK PESANTREN-PENDIDIKAN-MASJID YAYASAN ISLAM






PROGRAM DANA HIBAH PONDOK PESANTREN-PENDIDIKAN -MASJID- YAYASAN ISLAM

  1. Syarat Perizinan masih berlaku dari Pemerintah
  2. Proposal lengkap
  3. Permohonan untuk dana Operasional Pondok, Pendidikan, Masjid sesuai dengan jumlah permohonan sesuai dengan kondisi yang ada
  4. Maksimal dana hibah yang diberikan sejumlah  Rp. 200.000.000,00 ( dua ratus juta rupiah)
  5. Biaya yang harus ditanggung untuk survey lokasi dan pengiriman Proposal ( sesuai kesepakatan)
  6. Pencairan Dana paling lama 6-12 bulan
  7. Dana diberikan untuk wilayah seluruh Indonesia
  8. Semua Bentuk Pencairan wewenang PENDANA/DONATUR
  9. Tidak ada unsur politik dalam pemberian dana ini



PROGRAM DANA HIBAH PEMBANGUNAN FISIK, SARANA PRASARANA

  1. Syarat Perizinan masih berlaku dari Pemerintah
  2. Proposal lengkap ( disertai Gambar Konstruksi lengkap)
  3. SYARAT TANAH SUDAH ADA( WAKAF) TIDAK ADA SENGKETA
  4. Maksimal dana hibah yang diberikan sejumlah  Rp. 2.000.000.000,00 ( dua milyar rupiah)
  5. Biaya yang harus ditanggung untuk survey lokasi dan pengiriman Proposal ( sesuai kesepakatan)
  6. Pencairan Dana paling lama 6-12 bulan
  7. Dana diberikan untuk wilayah seluruh Indonesia
  8. Semua Bentuk Pencairan wewenang PENDANA/DONATUR
  9. Tidak ada unsur politik dalam pemberian dana ini
PEMOHON YANG BERMINAT BISA LANGSUNG DATANG KE ALAMAT :
PLAOSAN RT 02 RW 20 TLOGOADI MLATI SLEMAN YOGYAKARTA
HOTLINE : 0877 3974 9300
E-MAIL:airwb@hotmail.com

KAMI TIDAK MENERIMA PROPOSAL  DALAM BENTUK FILE  DAN PROPOSAL SIAP DIKIRIM KE PENDANA/DONATUR

Selasa, 07 Februari 2012

Benarkah Kita Telah ber-Iman


Benarkah Kita Telah ber-Iman



Ujian adalah sebuah hal sangat mutlak, dan semua orang pasti mengalaminya. Dalam seluruh segmen hidup kita, ujian adalah bahagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Seorang siswa sampai mahasiswa, tak akan pernah mencapai derajat dalam profesi siswa dan kemahasiswaannya jika tidak diakhiri dengan sebuah ujian. Semua proses ujian tersebut harus dilewati yang tentunya menuntut perjuangan dan ketabahan, kesabaran untuk dapat lolos dari ujian itu. Dan sungguh menjadi mudahlah bagi seseorang untuk mengetahui predikat dirinya setelah melewati dan lolos dalam ujian itu. Seorang siswa yang telah mengitkuti ujian Semester dapat mengetahui predikat penguasaannya terhadap mata pelajaran tertentu setelah ujian. Demikian halnya dengan mahasisw, dapat memperoleh predikat kesarjanaanya setelah melewaati dan lolos dari berbagai macam ujian.
Dalam konteks tersebut, Allah swt akan menyematkan predikat pada hambanya setelah hambanya dapat lolos dari ujian yang diberikan Allah. Seorang yang berpredikat penyabar adalah orang yang oleh allah telah diuji kesabarannya dalam menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Seorang yang beriman akan memperoleh predikat keimananya, setelah Allah menguji kadar keimana seseorang melalui cobaan.
Dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 8
Artinya:
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Terlalu banyak di atara kita menepuk dada mengatakan bahwa diri kita ini berimana, sementara mungkin dalam pandangan Allah, kita belumlah tergolong orang-orang beriman. Dan hal tersebut tiba-tiba menyadarkanku bahwa sesungguhnya kadar keimana tersebut dapat diperoleh predikat yang terbaik setelah Allah menguji kita.
Ada sesuatu yang menggejolak di bathin. Tentang beberapa hari bergaul dengan komunitas orang-orang yang teruji. Teruji oleh Allah dengan segala bentuk ujian dari-Nya. Dan sungguh menjadi sangat luar biasa kala aku berada di antara mereka, meskipun kutahu sesungguhnya ujian yang kuterima jauh lebih ringan dari apa yang mereka terima. Bagaimana mungkin ujian ini sangat berat untuk kupikul smentara masih ada yang lain yang memperoleh ujian yang lebih berat dariku. Astagfirullah….
Semoga kita tergolong orang-orang yang menetapi kesabaran dalam menerima ujian Allah swt. Amin

Siapakah Malaikat itu…???


Siapakah Malaikat itu…???



1.   Pengertian Malaikat
Secara etimologis kata Malaikah (dalam bahasa Indonesia disebut Malaikat) adalah bentuk jamak dari malak, berasal dari mashdar al-alukah artinya ar-risalah (missi atau pesan). Yang membawa missi atau pesan disebut ar-rasul (utusan), QS. Hud ayat 69. Dalam bahasa Indonesia kata Malaikat dipakai untuk bentuk tunggal. Bentuk jamaknya menjadi para Malaikat atau Malaikat-Malaikat. Secara terminologis Malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan oleh Allah swt dari cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu.
2.   Penciptaan Malaikat
Malaikat diciptakan oleh Allah dari cahaya, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW :
خُلِقَتِ المَلاَ ئِكَةُ مِنْ نُوْرٍ, وَخُلِقَ الجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ, وَخُلِقَ أَدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ.
“Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu semua. (HR. Muslim)
Tentang kapan Malaikat diciptakan oleh Allah Swt, tidak ada penjelasan. Tapi yang jelas, Malaikat diciptakan lebih dahulu dari manusia pertama (Adam AS) sebagaimana yang disebutkan oleh Allah SWT dalam surat al-Baqarah Ayat 30 :

وَإِذْقَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّىجَاعِلٌ فِى الاَرْضِ خَلِيْفَةً

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah di muka bumi…” (Al-Baqarah : 30)
3.   Wujud Malaikat
Sebagai makhluk ghaib wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium, dan dicicipi (dirasakan) oleh manusia; atau dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh pancaindra, kecuali jika Malaikat menampilkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Dalam beberapa ayat dan hadits disebutkan beberapa peristiwa Malaikat menjelma menjadi manusia, seperti :
لَقَدْجَآءَتْ رُسُلُنَااِبْرَاهِيْمَ بِاالْبُشْرَى قَالُوْاسَلاَمًا, قَالَ سَلاَمُ فَمَالَبِثَ اَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيْذٍ, فَلَمًّا رَآ أَيْدِيَهُمْ لاَ تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِبْفَةً قَالُوْالاَتَخَفْ اِنَّآاُرْسِلْنَا اِلَىقَوْمِ لُوْطٍ.
“Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (Malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan “selamat”. Ibrahim menjawab “Selamat”. Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata : “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (Hud : 69-70)

وَاذْكُرْفِىالكِتَابِ مَرْبَمَ اِذِانْـتَبَذَتْ مِنْ اَهْـلِهَا مَكَانًا شَرْقِـيًا. فَااتَّخَذَتْ مِنْ دُوْنِهِمْ حِجَابًا فَاَرْسَلْنَااِلَيْهَا زُوْحَنَافَـتَمَـثَّلَ لَـهَابَـشَرًا سَـوِيَّا

“Dan ceritakanlah kisah Maryam di dalam Al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri kepada keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang dilindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus Ruh Kami (Jibril AS) kepadanya, maka ia (Malaikat Jibril itu) menjelma dihadapannya dalam bentuk manusia sempurna.” (Maryam : 16-17)
Dalam suatu hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Malaikat Jibril pernah datang dalam rupa manusia menemui Rasulullah Saw disaksikan oleh sahabat-sahabat beliau, antara lain Umar bin Khatab dan menanyakan tentang Islam, Iman, Ihsan, dan Sa’ah (Kiamat). Setelah Malaikat itu pergi barulah Rasulullah bertanya kepada Umar: “Ya Umar, tahukah anda siapa yang bertanya tadi. Umar menjawab: Allah dan Rasulnya yang lebih tahu.” Lalu Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya ia adalah Jibril yang datang mengajarkan ad-diin kepada kalian.” (HR. Muslim)
4.   Sifat Malaikat
Malaikat adalah hamba-hamba Allah Swt  yang mulia :
وَقَـالُوْا اتَّـخَـذَ الـرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَـهُ بِـلْعِـبَادٌ مُكْـرَمُـوْنَ
“Dan mereka berkata : Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”. Maha suci Allah. Sebenarnya (Malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.” (Al-Anbiya’ : 26)
Malaikat selalu memperhambakan diri kepada Allah dan patuh akan segala perintah-Nya, serta tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah Swt  :
لاَيَـسْبِـقُـوْنَـهُ بِاْلـقَـوْلِ وَهُـمْ بِاَمْـرِهِ يَـعْـمَـلُـوْنَ
“Mereka (Malaikat-malaikat itu) tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya’ : 27)

وَلَـهُ مَنْ فِىالسَّمَوَاتِ وَالاَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لاَيَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلاَ يَسْتَحْسِرُوْنَ

“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan Malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada pula merasa letih.” (Al-Anbiya’ : 19

 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ .

“…Mereka (Malaikat-malaikat itu) tidak membangkang kepada Allah terhadap segala sesuatu yang Dia perintahkan kepada mereka, dan mereka pun selalu melakukan segala sesuatu yang diperintahkan kepada mereka.” (At-Tahrim : 6)
Sumber :E-Learning Pendidikan